Geocomposite sebagai Inovasi Material Geosintetik

A. Latar Belakang

Dengan adanya perkembangan teknologi dalam dunia konstruksi, mendorong munculnya berbagai inovasi material. Inovasi ini mampu meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan ketahanan dalam pembangunan infrastuktur konstruksi modern. Geosintetik berbahan polimer menjadi sebuah inovasi modern yang dirancang untuk meningkatkan performa sistem geoteknik. Inovasi material yang menggabungkan dua jenis produk geosintetik disebut sebagai Geocomposite.

B. Pengertian Geocomposite

Geocomposite (Geotextile Composite) merupakan sebuah produk geosintetik berupa gabungan dari geotextile non-woven berbahan polypropylene dan benang-benang polyester berkekuatan tinggi yang diisusun secara satu arah ataupun dua arah. Apabila hanya menggunakan geotextile non-woven, maka fungsinya hanya sebagai separator, filtrasi, dan proteksi. Sedangkan geocomposite dapat menambah fungsi sebagai perkuatan dan drainase. Hal tersebut membuat geocomposite jadi lebih efisien dan juga praktis. Geotextile non-woven mendistribusikan tekanan tanah secara merata ke benang-benang polyester, kemudian gaya tarik yang tidak mampu ditahan oleh geotextile non woven akan ditahan oleh benang-benang polyester. Geocomposite dibuat dengan bantuan mesin teknologi canggih, sehingga dihasilkan geocomposite bermutu tinggi. Geocomposite memiliki kekuatan tarik yang sangat bervariasi, mulai dari 25 kN/m hingga 600 kN. Geocomposite terbagi menjadi 2 tipe, yaitu geocomposite unidirectional (satu arah) dan bidirectional (dua arah). Geocomposite unidirectional mampu mengalirkan air hanya dalam satu arah, sedangkan geocomposite bidirectional mampu mengalirkan air ke dua arah. Secara visual, perbedaan dari kedua tipe tersebut dapat dilihat
pada gambar di bawah ini.

Geocomposite Unidirectional (Satu Arah)

Geocomposite Bidirectional (Dua Arah)

C. Gecomposite Memiliki Fungsi Sebagai Berikut:

1. Perkuatan
Meningkatkan daya dukung tanah dengan menyalurkan beban ke area yang lebih luas
dan mencegah penurunan/deformasi.

2. Filtrasi
Menyaring air dan partikel tanah, sehingga mencegah penyumbatan drainase dan erosi
tanah.

3. Separasi
Memisahkan dua lapisan tanah dengan karakteristik yang berbeda, sehingga
mencegah pencampuran dan kontaminasi.

4. Perlindungan
Melindungi geomembrane atau struktur dibawahnya dari kerusakan mekanis.

5. Drainase
Mempercepat aliran air dan mencegah genangan air.

D. Geocomposite Dapat Diaplikasikan Sebagai Berikut:

  • Perkuatan untuk lereng, landfill, dan bendungan
  • Timbunan untuk konstruksi jalan
  • Pembangunan jalur kereta
  • Timbunan untuk perkuatan tanah lunak
  • Pekerjaan abutment jembatan
  • Konstruksi untuk pondasi, reklamasi, dan tempat pembuangan akhir (TPA)

E. Langkah Pemasangan Geocomposite:

1) Mempersiapkan tanah dasar (subgrade)

2) Menggelar geocomposite

3) Menyebarkan dan meratakan timbunan

4) Melakukan pemadatan tanah timbunan

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi marketing kami klik disini