Penentuan Tipe Geotextile Sebagai Filtrasi
Geotextile memiliki berbagai fungsi pada pekerjaan teknik sipil diantaranya separasi, stabilisasi, perkuatan, filtrasi dan drainase. Jika geotextile difungsikan sebagai lapis filtrasi dan drainase, maka hal yang perlu diperhatikan adalah penentuan permeabilitas geotextile yang diperlukan berdasarkan kondisi tanah dasar yang akan dilapisi oleh geotextile.
Untuk menghitung besarnya permeabilitas yang didapat, maka kita harus menghitung dulu debit rembesan menuju geotextile dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Q= k.i.A
dimana:
Q = Debit rembesan menuju Geotextile (m3/det)
k = Permeabilitas tanah (m/det)
i = kemiringan tanah
A = Luas area (m2)
Setelah mendapatkan debit rembesan menuju geotextile, maka hitung transmisivitas yang dibutuhkan geotextile dengan menggunakan rumus :

Dari hasil transmisivitas yang didapat, maka hitung permeabilitas geotextile yang dibutuhkan dengan menggunakan rumus :
![]()
dimana:
kp = permeabilitas yang diperlukan oleh geotextile (mm/det)
tg = ketebalan geotextile (mm)
= transmisivitas (mm2/det)
Berikut contoh perhitungannya dalam menentukan geotextile sebagai filtrasi
Diketahui :
Kedalaman tanah keras = 21,2 m
Muka air tanah = 2 m
H = kedalaman tanah keras – muka air tanah = 21,2 m – 2 m = 19,2 m
i = 0,079
kemiringan (a) = 8°
permeabilitas tanah (k) = 1 x 10-5 m/s
ketebalan geotextile sesuai dengan spesifikasi teknis (tg) = 2 mm
Debit rembesan menuju geotextile :
Gradien aliran lewat geotextile : i = sin 90° = 1
Transmisivitas geotextile yang diperlukan :
![]()
Permeabilitas geotextile yang dibutuhkan :

Dengan menggunakan safety faktor = 3, maka didapatkan permeabilitas yang dibutuhkan yaitu :
kp = 7,5 l/m2/det x 3 = 22,5 l/m2/det = 22,5 mm/det
Aplikasi Geotextile Sebagai Filtrasi
4. Penutup
Demikian artikel ini kami buat semoga dapat membantu Anda dalam memilih material Geotextile sebagai filtrasi.
PT. Geosintetik Mandiri Indonesia bergerak dibidang supplier geosintetik, menjual Geotextile sebagai lapis perkuatan tanah.