Pemasangan Geomembrane Sesuai Standar Quality Control

 

1. Pendahuluan

Geomembrane adalah suatu material dari polimer HDPE/LLDPE yang kedap air, dan digunakan terutama untuk pelindung dasar atau tebing pembatas struktur penampung cairan atau air. Pada prinsipnya geomembrane berfungsi sebagai penghalang atau pencegah aliran kelembaban atau cairan. Sebagai contoh, geomembrane digunakan untuk pelindung kolam penampung untuk pembuangan sampah, sehingga air kotor tidak meresap ke dalam tanah sekitarnya.

Geomembrane dapat digunakan untuk melindungi tanah dari pencemaran air kotor atau limbah dari pembuangan sampah. Karena berbahan dasar HDPE/LLDPE penyambungan geomembrane dilakukan dengan menggunakan panas. Terdapat dua jenis sambungan yaitu sambungan fusion weld dan sambungan extrution weld.

Gambar 1 Jenis sambungann Geomembrane

Karena fungsi geomembrane merupakan lapis kedap, maka pada pemasangannya tidak boleh ada kebocoran. Untuk memastikan agar sambungan tidak bocor dan memenuhi standar quality control pemasangan geomembrane yang diatur dalam Geosynthetics Research Institute (GRI), maka diperlukan pengujian sambungan yang dilakukan di lapangan. Adapun jenis pengujiannya dibagi menjadi dua yaitu destructive test dan nondestructive test.

 

2. Destructive Test

Destructive test merupakan test yang merusak. Pengetesan ini dilakukan pada sambungan yang sudah terpasangan di lokasi proyek. Pengetesan ini dilakukan untuk sambungan fusion dan sambungan extrusion dan untuk mengetahui kekuatan dari sambungan geomembrane tersebut. Terdapat dua jenis pengetesan yaitu peel dan shear. Pengetesan dilakukan pada 3 spesimen untuk peel test dan shear test. Alat yang digunakan yaitu tensiometer digital. Untuk menyatakan bahwa hasil pengetesan itu lolos atau tidaknya, nilai minimumnya diatur pada GRI GM 19a Tabel 1 untuk jenis geomembrane HDPE dan Tabel 2 untuk jenis geomembrane LLDPE.

Gambar 2 Shear Test

Gambar 3 Peel Test

3. Non Destructive Test

Non destructive test adalah pengetesan sambungan geomembrane yang tidak merusak. Terdapat dua jenis pengetesan geomembrane yaitu air pressure test dan vacuum test. Air pressure test digunakan untuk pengujian kebocoran pada sambungan fusion sedangkan vacuum test digunakan untuk pengujian kebocoran pada sambungan extrusion.

Pengetesan air pressure diatur pada standar ASTM D 5820. Prinsip dari pengetesan air pressure yaitu menutup kedua sambungan agar tidak ada udara yang keluar pada saat dimasukkan tekanan, lalu berikan tekanan pada sambungan geomembrane tersebut sebesar 20-40 psi tergantung dari ketebalan geomembrane setelah itu biarkan selama lima menit dan perhatikan manometer jangan ada penurunan melebihi 2 psi.

Gambar 4 Air Pressure Test

Vacuum test diatur pada standar ASTM D 5641. Peralatan yang digunakan harus terdiri dari perangkat pompa vakum, kotak vakum dan agen berbusa dalam larutan. Basahi bagian dengan spon berbusa, letakkan kotak vakum di atas area yang dibasahi. Berikan tekanan pada kotak vakum. Amati sambungan untuk melihat adanya gelembung sabun yang keluar dari jahitan. Jika tidak ada gelembung yang diamati, pindahkan kotak ke area berikutnya untuk pengujian.

Gambar 5 Vacuum Test

5. Penutup

Demikian artikel ini kami buat semoga dapat membantu Anda dalam pemilihan material Geomembrane.

Link produk terkait : https://geosintetik-indonesia.com/geomembrane

Untuk konsultasi mengenai pengadaan dan pemasangan Geomembrane, silakan hubungi kami PT. Geosintetik Mandiri Indonesia.

Hubungi kami

Form Customer PT. Geosintetik Mandiri Indonesia

1 + 11 =

PT. GEOSINTETIK MANDIRI INDONESIA

Rosewood Garden No.1

Jl. Jatibening II, Bekasi 17412

021 – 85513955

021 – 85517828

0811 9555 699

0812 1307 0025

0812 1307 0024

office@geosintetik-indonesia.com

Office Call

Marketing Call