Vegetasi Hydroseeding
Apa Vegetasi Hydroseeding
HYDROSEEDING berasal dari kata hydro dan seeding yang berarti campuran antara air dan benih (dalam bentuk biji) yang dikombinasikan sedemikian rupa dengan campuran media tanam yang berupa soil amendment untuk proses penanaman.Larutan ini diangkut dalam sebuah tangki yang ditempatkan di atas truk atau trailer dan siap disemprotkan di
atas tanah dengan lapisan yang relatif rata dan seragam.
HYDROSEEDING
Menyelesaikan areal yang luas dalam waktu yang relatif singkat; efektif untuk lereng (dan areal yang tidak terjangkau tenaga manusia) dan membantu mengontrol/meminimalisir laju erosi dan tingkat perkecambahan benih lebih tinggi dan waktunya lebih cepat dengan pertumbuhan yang seragam.memiliki keuntungan yaitu aplikasinya dapat
Material yang digunakan
Aplikasi Hydroseeding
Pada lereng tanah slope tajam dengan kemiringan lebih dari 65 derajat, aplikasi
hydroseeding dengan menggunakan media campuran dikombinasikan dengan material
perekat, mampu menempel dengan baik tanpa memerlukan penambahan jerami.Benih yang menempel mampu berkecambah dan tumbuh dengan baik, dengan persen covered area lebih dari 90 persen setelah 3 bulan penanaman. Untuk menanggulangi erosi tanah yang terjadi akibat hujan sebelum tanaman tumbuh dapat digunakan pengendali erosi tipe 3.
Aplikasi hydroseeding, pada kondisi yang sangat ekstrim seperti area batu cadas dengan fraksi tanah sangat minim, disertai kemiringan lereng lebih dari 45 derajat dan panjang lereng lebih dari 4 meter, disertai dengan tingginya intensitas turuh hujan yang sangat lebat perlu ditambah mulsa jerami dalam proses pengerjaanya.
TEKNIK PENYEMPROTAN HYDROSEEDING SEBAGAI BERIKUT :
- Harus dilakukan pada saat cuaca cerah
- Menggunakan nozzle kipas
- Arah penyemprotan miring ke atas, sehingga jatuh larutan seperti jatuhnya air hujan
- Gerakan dari atas ke bawah ke atas lagi, dengan jalan ke arah kanan