Aplikasi Geosintetik pada Longsoran

 

1. Pendahuluan

Longsoran merupakan gerakan massa tanah pembentuk lereng. Penyebab dan sifat dari gerakan massa tanah atau longsoran pada umumnya tidak dapat terlihat, karena penyebabnya tertutup oleh berbagai macam endapan geologi dan sistem air tanah. Untuk memprediksi sifat, bentuk dan penyebab longsoran bukanlah sesuatu hal yang mudah. Ketelitian penyelidikan gerakan tanah atau longsoran ditentukan oleh seberapa besar pengaruh longsoran tersebut pada daerah sekitarnya.

Adapun sebab-sebab terjadinya longsoran yaitu :

  1. Penambahan beban pada lereng. Tambahan beban ini dapat berupa bangunan baru, tambahan beban oleh air yang masuk ke dalam pori-pori tanah maupun yang menggenang di atas permukaan tanah, beban dinamis baik akibat lalu lintas di atas pemukaan tanah.
  2. Penggalian pada kaki lereng yang menyebabkan tinggi lereng bertambah.
  3. Penggalian yang mempertajam tinggi lereng.
  4. Perubahan posisi muka air secara cepat (rapid downdown) (pada bendungan, sungai dan lain-lain)
  5. Kenaikan tekanan lateral oleh air (air yang mengisi retakan mendorong tanah ke arah lateral)
  6. Penurunan tahanan geser tanah pembentuk lereng oleh akibat kenaikan kadar air, kenaikan tekanan air pori, tekanan rembesan oleh genangan air di dalam tanah, tanah pada lereng merupakan tanah ekspansive yang perilakunya dipengaruhi oleh air.
  7. Getaran atau gempa bumi.

Salah satu metode perbaikan tanah pada longsoran yaitu dengan menggunakan dinding tanah bertulang. Perkuatan tulangan dapat berupa tulangan lajur, tulangan grid tulangan lembaran dan tulangan angker. Dalam hal ini geosintetik dapat diaplikasikan pada tulangan grid dan tulangan lembaran.

 

2. Tulangan Grid

Sistem tulangan grid (grid reinforcment) terdiri dari rakit batang-batang polimer yang terdiri atas lembaran yang berlubang-lubang dalam bentuk empat persegi panjang yang diletakkan dalam posisi horisontal. Skema dari tulangan grid dapat dilihat pada gambar 1.

Grid mentransfer tegangan ke tanah melalui :

  1. Tahanan tanah pasif yang timbul pada batang-batang transversalnya.
  2. Gesekan antara tanah dan permukaan tulangan.

Material geosintetik yang dapat digunakan sebagai tulangan grid yaitu uniaxial Geogrid.

Gambar 1. Dinding Tanah dengan Tulangan Grid Menggunakan Geogrid

3. Tulangan Lembaran

Tulangan tulangan dengan bentuk lembaran umumnya berbahan Geotextile. Tulangan berupa lembaran-lembaran geotekstil yang diletakkan di antara lapisan-lapisan tanah timbunan yang keduanya membentuk material komposit. Pada sistem penulangan ini, transfer tegangan antara tanah kedua material tersebut.

Gambar 2. Dinding Tanah Bertulang Geotekstil

Umumnya, geotekstil yang digunakan penulangan tanah yaitu Woven Geotextile dan Geocomposite yang terbuat dari polyester atau polypropylene yang dianyam. Untuk penutup dinding depan bisa merupakan lipatan geotekstil yang ditutupi tanah atau blok beton

Gambar 3. Perkuatan Dinding Tanah Menggunakan Woven Geotextile

4. Penutup

Demikian artikel ini kami buat semoga dapat membantu Anda dalam memilih material geosintetik yang sesuai dengan proyek yang Anda kerjakan. PT. Geosintetik Mandiri Indonesia merupakan perusahaan dibidang supplier geosintetik, menjual Non Woven Geotextile, Woven Geotextile, Geomembrane, Geogrid, Geocell, Geosynthetics Clay Liner, dll yang dapat diaplikasikan sesuai dengan aplikasi area.

Untuk konsultasi mengenai pengadaan dan pemasangan Geosintetik pada proyek yang Anda kerjakan dan juga proyek yang sedang Anda Rencanakan bisa hubungi Kami.

 

5. Referensi

Hardiyatmo, Hary Christady. (2012), Tanah Longsor dan Erosi Kejadian dan Penangan. Gajah Mada University Press. Yogyakarta

Hubungi kami

Form Customer PT. Geosintetik Mandiri Indonesia

8 + 11 =

PT. GEOSINTETIK MANDIRI INDONESIA

Rosewood Garden No.1

Jl. Jatibening II, Bekasi 17412

021 – 85513955

021 – 85517828

0811 9555 699

0812 1307 0025

0812 1307 0024

office@geosintetik-indonesia.com

Office Call

Marketing Call